Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Januari 2013

Keterbatasan bukan penghambat


Segelas kopi hangat menemani
Menjelang pagi inginku berbagi
Tentang kisah keluarga pemberi inspirasi
Menampar dan membangunkanku meraih mimpi

Setelah menonton acara Kick Andy di Metro TV tentang keluarga penderita disibilitas yang mampu hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain, saya merasa malu akan diri saya sendiri. Kato wong pelembang tu “kurang apo? Body atletis, muko ganteng, betis besak, ngapo dak pacak??”...


Alam dan rina adalah pasangan tunanetra. Alam adalah seorang drummer profesional, tergabung dalam sebuah band dan pernah mengiringi banyak penyanyi terkenal. Istrinya Rina bekerja sebagai Red Glove Line Agent di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, juga aktif dalam berbagai organisasi baik dalam maupun luar negeri.  

Romli dan Pur adalah pasangan penderita polio, mereka berdua mengabdikan dirinya sebagai pendidik. Romli dengan keterbatasan geraknya, ia membuka bimbingan belajar di rumah dan tercatat sekitar 200 orang anak datang belajar ke rumahnya. Pur sebagai istri, ia berprofesi sebagai tenaga pendidik di Sekolah Luar Biasa Dharma Wanita Kediri dan saat ini sedang menempuh jenjang pendidikan S2.

Faisal dan Cucu adalah pasangan tuna daksa. Faisal berprofesi sebagai pelukis, dengan ketekunan yang luar biasa ratusan lukisan telah ia ciptakan. Ia juga tergabung ke dalam organisasi internasional pelukis dengan kaki dan mulut. Cucu sebagai istri, ia juga bekerja pada sebuah lembaga Australia Indonesia Partnership For Justice yang memperjuangkan hak-hak penyandang disibilitas.

Mereka adalah manusia-manusia yang luar biasa, yang diberi kepercayaan oleh Tuhan Yang Maha Esa keterbatasan fisik untuk menjalani hidup di dunia ini. Mereka mampu dan tidak putus asa dengan keterbatasan yang mereka miliki. Hinaan dan ucapan “cacat” yang sering terdengar di telinga mereka tidak menjadikan hambatan untuk tetap berjuang  menjalani hidup. Bahkan mereka mampu berkreasi dan memaksimalkan kemampuan mereka.  

Tak ada gading yang tak retak”

Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan, kita haruslah bersyukur menerima  kekurangan dan berusaha untuk bijak memanfaatkan kelebihan kita.

you are the architect of your own destiny

Minggu, 13 Januari 2013

No MALAS ?!! Mari Laksanankan Segera...!!!


Assalaamu’alaikum.  

Setelah lama mati suri dan sempat terbangun sesaat, penyakit malas untuk memulai  tarian jari tetap saja menyelimuti dan menghambat keinginan saya untuk berbagi informasi dan berkreatifitas di dunia maya. Semoga di awal tahun 2013 ini menjadi titik awal bagi saya dan kita semua dengan memulai berbagi dan berkreatifitas memalui tarian jari tentang penyakit malas yang selama ini menghantui.

Malas, tentu kata yang satu ini tidak asing di kehidupan kita. Dalam kamus besar bahasa indonesia, malas berarti tidak mau bekerja atau melakukan sesuatu. Dalam bahasa arab malas di sebut al-kalsu yang berarti berat untuk mengerjakan sesuatu dan berhenti dari menyempurnakan sesuatu. Kebiasaan menunda-nunda suatu pekerjaan juga merupakan bentuk dari penyakit malas.

Penyakit...???!!!

Bétul sératus,  saya tersadar setelah baca sana sini ternyata malas merupakan penyakit mental yang didasari rasa takut akan masa depan dan sikap meremehkan pentingnya waktu yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari University of Missouri di Amerika Serikat menemukan bahwa malas secara fisik dapat menyebabkan kematian, penjelasan lebih lanjut klik disini.

Wow..!! malas, kata yang simple namun dapat “membunuh” manusia. Secara fisik, pelan tapi pasti penyakit mental ini akan membuat penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan terus melemah bahkan bukan tidak mungkin akan berujung kematian. Dari segi akal dan pikiran penyakit mental ini mampu mematikan semangat, kreatifitas, daya pikir, dan juga dapat membuat seseorang terkucilkan dari lingkungan sosialnya.  

Yang namanya penyakit tentu ada obatnya, begitu pun dengan penyakit mental yang satu ini. Banyak metode dan terapi untuk mencegah kambuhnya penyakit malas, cara yang digunakan tentu akan lebih efektif jika di sesuaikan dengan kondisi penderita. Pada umumnya cara mencegah malas adalah dengan menjaga semangat dan motivasi seseorang agar tetap dan terus meningkat seiring meningkatnya tantangan dalam hidup orang tersebut.

Sedikit kutipan doa untuk menjauhkan rasa malas, dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu bahwasannya Nabi besar Muhammad SAW bersabda ;

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas, dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan fitnah hidup dan kematian.”

Doa sangat berguna untuk memantapkan hati dan keyakinan, juga untuk menjauhkan kita dari setan karena malas merupakan buah hasil kerja keras setan membujuk dan menghasut manusia untuk tidak melaksanakan ibadah dan aktifitas lainnya (nah loh.., setan aja kerja keras..!?! kenapa kita kalah sama setan).

Hilangkan kebiasaan menunda-nunda suatu aktifitas, dengan membiasakan diri untuk sesegera mungkin untuk melaksanakannya. Melalui tarian jari  ini, semoga kita semua dapat menguatkan tekad dan keinginan untuk menjadi lebih baik.

Apapun Aktifitasmu Apapun Profesimu Hilangkan Rasa Malas

Mari Laksanakan Segera ......