Segelas kopi hangat menemani
Menjelang pagi inginku berbagi
Tentang kisah keluarga pemberi
inspirasi
Menampar dan membangunkanku meraih
mimpi
Setelah menonton acara Kick
Andy di Metro TV tentang keluarga penderita disibilitas yang mampu
hidup mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain, saya merasa malu akan diri saya sendiri. Kato wong
pelembang tu “kurang apo? Body atletis, muko ganteng, betis besak, ngapo dak
pacak??”...
Alam dan rina adalah pasangan tunanetra. Alam adalah seorang drummer profesional, tergabung dalam sebuah band dan pernah mengiringi banyak penyanyi terkenal. Istrinya Rina bekerja sebagai Red Glove Line Agent di salah satu hotel bintang lima di Jakarta, juga aktif dalam berbagai organisasi baik dalam maupun luar negeri.
Romli dan Pur adalah pasangan penderita polio, mereka berdua
mengabdikan dirinya sebagai pendidik. Romli dengan keterbatasan geraknya, ia
membuka bimbingan belajar di rumah dan tercatat sekitar 200 orang anak datang belajar
ke rumahnya. Pur sebagai istri, ia berprofesi sebagai tenaga pendidik di Sekolah
Luar Biasa Dharma Wanita Kediri dan saat ini sedang menempuh jenjang pendidikan
S2.
Faisal dan Cucu adalah pasangan tuna daksa. Faisal berprofesi
sebagai pelukis, dengan ketekunan yang luar biasa ratusan lukisan telah ia
ciptakan. Ia juga tergabung ke dalam organisasi internasional pelukis dengan
kaki dan mulut. Cucu sebagai istri, ia juga bekerja pada sebuah lembaga Australia
Indonesia Partnership For Justice yang memperjuangkan hak-hak penyandang
disibilitas.
Mereka adalah manusia-manusia yang luar biasa, yang diberi
kepercayaan oleh Tuhan Yang Maha Esa keterbatasan fisik untuk menjalani hidup
di dunia ini. Mereka mampu dan tidak putus asa dengan keterbatasan yang mereka
miliki. Hinaan dan ucapan “cacat”
yang sering terdengar di telinga mereka tidak menjadikan hambatan untuk tetap
berjuang menjalani hidup. Bahkan mereka
mampu berkreasi dan memaksimalkan kemampuan mereka.
”Tak ada gading yang tak retak”
Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan, kita haruslah
bersyukur menerima kekurangan dan berusaha
untuk bijak memanfaatkan kelebihan kita.
“you are the
architect of your own destiny”

he eh. segala keterbatasan bukan penghalang utk maju. semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik
BalasHapusamien.... tetap berusaha dengan keterbatasan!!!
BalasHapus