Rabu, 30 Januari 2013

KW & BJ Dimana-mana


Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda” tentu tidak asing dengan kalimat ini bukan? Moto sebuah produk pengharum badan terkenal. Motto yang menurut saya sangat menarik, saya mengartikanya bahwa bagaimana tanggapan orang lain terhadap kita akan sangat dipengaruhi oleh penampilan kita. Dengan kata lain, cara busana seseorang merupakan cermin kepribadiannya. Kali ini tantangan menulis kedua saya neh bersama sahabat saya mb lies dan mb ela (gak pake k), bertema tentang Fenomena Barang Palsu dan BJ.

Mungkin bagi anda yang suka berbelanja baik itu di swalayan, pasar tradisional, mall, toko online sudah tidak aneh melihat barang pajangan bermerk terkenal namun dengan harga yang lebih terjangkau. Terkadang para pedagang dengan rayuan mautnya menyakinkan pembeli dan tidak ragu mengatakan bahwa barang yang dijual adalah KW dengan kualitas yang tidak kalah sama aslinya.. hmmm.. -.-  tetap aja palsu kale bos!!



Bagi anda yang tetap perpegang pada prinsip =D, tetap menginginkan pakaian yang bermerk ternama dengan harga damai (peace for wallet of course) masih ada solusi lainnya. Saat ini mulai menjamur pedagang pakaian bekas import atau lebih di kenal dengan sebutan BJ . eit, tetap saja  tidak ada jaminan untuk keaslian barang-barang BJ ini loh. Disini anda dituntut kesabaran, ketelitian serta mental yang kuat dan tangguh untuk mencari serta tawar menawar kepada penjual agar anda mendapatkan apa yang anda cari dengan harga yang terjangkau. Fenomena semakin menjamurnya produk KW dan BJ dikarenakan permintaan akan barang yang semakin meningkat. Hal ini tidak lepas dari faktor ekonomi para konsumen itu sendiri.

Barang KW atau pun BJ tetap laris di pasaran walaupun konsumen menyadari kualitas barang tersebut tentu jauh dari kualitas aslinya. Keinginan untuk tampil menarik , tidak terlihat murahan, modis, namun tidak didukung keadaan ekonomi yang memungkinkan, adalah faktor utama kenapa produk-produk ini tetap laris.

gambar uang di atas dijamin PALSU... :)

Pemalsuan di negeri ini memang sudah tidak pandang bulu, dari uang palsu, pakaian, sepatu, elektronik, perlengkapan olahraga, obat-obatan, peranti lunak (software) komputer, data, senyum, tangis, bahkan janji seorang pemimpin pun tidak luput dengan aksi pemalsuan. Bukan tidak mungkin, akan lebih sulit bagi kita mencari barang yang asli atau ori ketimbang tiruannya. Pengalaman neh gan... =D

Keberadaan barang palsu dan BJ sangat mengancam perkembangan industri  di  tanah air. Sangat disayangkan, industri lokal dengan kualitasnya akan sulit berkembang dan terus kalah bersaing dengan industri luar dikarenakan gengsi gede-gedean para konsumen. Sangat diperlukan peran dari semua pihak dari hulu ke hilir untuk membenahi permasalahan ini. Ini pendapat saya..

Produsen
Dengan kualitas produk yang dimiliki, seharusnya  produsen lebih percaya diri dan berani bersaing di pasaran lokal menggunakan brand mereka sendiri.

Pemerintah
Memberikan Dukungan, pembinaan serta kemudahan yang nyata bagi pelaku bisnis.  Langkah tegas dan pengawasan yang ketat akan peredaran barang palsu dan BJ sangat diperlukan. Hayo-hayo aturan yang dibuat bukan hanya unuk dibaca dan disimpan... hehehe agak kritis neh .... pissss ah =D.

Konsumen
Kesadaran para konsumen akan sangat berperan besar pada keberadaan barang palsu dan BJ, tentu tidak akan muncul asap jika tidak ada api.  Kebiasaan memakai produk kw atau palsu dapat mengancam mental  penggunanya, juga akan berdampak pada mental bangsa ini. 

Tidak semua barang palsu akan memberikan dampak buruk. Contohnya saja organ tubuh buatan manusia seperti kaki palsu, tangan palsu dan gigi palsu tentu sangat memberikan manfaat yang besar bagi pengguna dan orang disekitarnya.

Semua keputusan ada pada pribadi kita masing-masing, cobalah untuk bijak dalam berbelanja. Dengan kecintaan terhadap produk brand lokal, secara bertahap kita akan membangun kebanggaan terhadap bangsa ini. Amiiieeeen...


2 komentar:

  1. xixixixi... sejak kapan pake kawat gigi fiq ? :))

    iya aku setuju banget dengan peran pemerintah. mestinya pemerintah lebih keras dan tegas lagi dalam memberantas barang palsu yang menjiplak produk lain.

    BalasHapus