Kamis, 07 Februari 2013

Maju Terus peternakan Pagar Alam


Tanpa terasa sudah dua tahun saya berdomisili di Kota Pagar Alam, waktu terasa cepat berlalu jika melihat ke-belakang. Cukup lama memendam keinginan untuk menuangkan buah pikiran dan sedikit membuka mata tentang potensi pagar alam sesuai bidang keahlian.  Melalui “arisan blog” bersama mb lies dan mb ella, saya pun merasakan moment yang tepat neh kayaknya memulai menulis dan berbagi tentang apa yang menurut saya sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai  S,Pt (Sarjana Peternakan).  Secara, gelar yang tidak dengan mudah saya peroleh dan akan terus ada menghiasi nama pemberian Ortu..

Berada pada ketinggian 400 meter sampai dengan 3000 meter dpl lebih,  kota pagar alam memiliki gunung dempo sebagai wisata alam andalan yang merupakan gunung tertinggi ketiga di pulau Sumatera. Didukung kesuburan tanah serta cuaca yang sejuk, menjadikan kota ini nampak begitu hijau, nyaman, dan memiliki kondisi udara yang masih sangat segar dan sehat .... hmmmmm... bisa saya rasakan kok, kalau gak percaya silahkan buktikan sendiri ya .


 Selain potensi wisata alamnya Kota Pagar Alam juga memiliki potensi peternakan yang cukup menjanjikan. Sangat disayangkan komoditi ternak sampai dengan saat ini secara umum masih merupakan penghasilan sampingan masyarakat.  Sebagai insan peternakan tentu saja saya sedih melihat perkembangannya saat ini  . Menurut saya, dengan dukungan topografi kota Pagar Alam beternak sapi merupakan potensi besar yang bisa menjadi potensi unggulan di kota ini, baik itu sapi pedaging atau pun sapi perah.

Kenapa Ternak Sapi 
Saya sangat tertarik dengan ternak sapi, dikarenakan ternak yang satu ini merupakan salah satu ternak yang bisa kita manfaatkan dengan sepenuhnya. Tidak hanya susu dan dagingnya saja, bahkan produk buangannya saja (limbah) masih tetap bermanfaat bahkan berpotensi menghasilkan keuntungan dari segi finansial.

Pemerintah pusat melalui dinas peternakan provinsi dan daerah juga telah lama menyadari potensi yang sama. Berbagai macam program pemerintah pusat pun tidak luput menjadi kegiatan pemerintah daerah dalam usaha peningkatan dan pengembangan ternak di kota Pagar Alam. Berbagai jenis bantuan ternak tidak sedikit yang telah di berikan kepada masyarakat. Ada bantuan yang bersifat hibah ada juga yang bersifat bantuan bergulir.  

Seiring barjalannya waktu hambatan demi hambatan pun muncul. Berikut beberapa aspek menurut pandangan saya menjadi penghambat perkembangan ternak sapi yang ada di kota indah ini...

Modal
-   Ternak
Dengan harga ternak sapi yang tidak murah. Tentu masyarakat dengan penghasilan lebih dari cukup yang mampu memiliki ternak sapi. Mayoritas peternak yang ada adalah buruh rawat ternak dengan sistem bagi hasil.
-   Lahan
Meningkatnya populasi masyarakat serta semakin tingginya minat masyarakat untuk bertani dan berkebun memberikan dampak semakin sempitnya lahan gembala untuk ternak sapi. Dengan begitu bisa dipastikan quantitas dan kualitas Hijauan Makanan Ternak (HMT) pun akan semakin terbatas.

Sumber daya manusia
Rendahnya tingkat pengetahuan tentang budidaya ternak yang ada sangat mempengaruhi rendahnya motivasi serta penyerapan teklonogi tepat guna pengembangan budidaya ternak sapi. Tidak sedikit peternak yang saya temui memiliki keinginan yang kuat untuk memperbaiki perekonomian keluarga melalui ternak yang ada. Namun tidak didukung dengan aksi nyata untuk menambah pengetahuan mereka. Sikap MANJA sebagian masyarakat peternak untuk yang selalu mengharapkan subsidi/bantuan pemerintah menjadikan perkembangan ternak terkesan seperti jalan ditempat bahkan ada yang mengalami kegagalan.

Pemasaran
Peningkatan produksi susu yang merupakan harapan dan tujuan pemeliharan sapi perah ternyata masih tidak berimbang dengan minat masyarakat secara luas untuk mengkonsumsi produk susu baik itu susu segar maupun produk olahan seperti permen susu, yoghurt dan puding. Hal ini berdampak nyata pada penghasilan para peternak sapi perah, yang dikhawatirkan akan menurunkan semangat  dan motivasi dalam beternak sapi perah.

Keamanan
Jelas permasalahan yang satu ini masih menjadi PR BESAR tidak hanya pemerintah dan pihak berwajib tetapi juga peran masyarakat sangat menentukan keberhasilan dalam menjaga keamanan ternak. 

Dukungan Pemerintah
Bentuk dukungan yang telah dilakukan pemerintah masih berkutat pada pemberian dan pemberian. Dukungan kebijakan serta pembangunan dari sektor hulu sampai hilir di kota ini masih sangat butuh perhatian.

Harapan demi harapan tentu masih ada demi kemajuan peternakan sapi di kota Pagar Alam, walaupun ditingkat kementrian saat ini masih berkutat dengan kasus Suap Kebijakan Impor Daging. Sedikit sumbangsih pikiran berikut diharapkan menjadi solusi permasalahan yang terjadi:

~       Pemberian modal ternak yang diberikan juga mesti di imbangi dengan program pembinaan dan pengawasan yang berkesinambungan.
~       Sistem bagi hasil ternak cukup membantu bagi mereka yang tidak mampu membeli ternak namun memiliki kamampuan untuk beternak.
~       Pemerintah sebaiknya menyediakan lahan pengembalan dan bibit unggul hijauan serta lahan percontohan pembibitan HMT dengan kualitas unggul.
~       Pelatihan teknis kepada peternak dalam segala hal tentang ternak (budidaya, kesehatan hewan, pengolahan limbah, penyusunan ransum, pakan alternatif, pengolahan produk, pemasaran produk, dll) demi meningkatkat kualitas peternak kota Pagar Alam.
~       Pemerintah harus lebih perketat jalur lalu lintas ternak dengan serius memaksimalkan fungsi dari “cek poin ternak” karena merupakan gerbang awal penerapan sistem biosecurity wilayah kota Pagar Alam.
~       Pembangunan kandang percontohan dalam penerapan teknologi tepat guna seperti biogas. Dengan begitu peternak dapat dengan mudah belajar dan memahami dengan melihat contoh praktek secara langsung.
~       Tidak hanya pemerintah, masyarakat diharapkan mampu berperan serta dalam upaya mempromosikan produk-produk olahan ternak yang telah ada.
~       Perlu adanya petugas fungsional secara khusus dan profesional bergerak dalam pengawasan mutu pakan dan pengawasan bibit ternak.
~       Dari tingkat sosial masyarakat terendah pun ada baiknya membentuk suatu organisasi kelompok masyarakat pengawas keamanan ternak yang ada seperti Program POKMASWAS pada KKP (Kementrian Kelautan Perikanan). gak ada ruginya toh mencontek program demi kebaikan...

Tak ada gading yang tak retak, begitu pun dengan tulisanku kali ini.... saya menyadari masih banyak hal yang harus kita perbaiki. Kita harus tetap optimis bahwa apapun yang terjadi di negara ini merupakan tahapan pendewasaan menuju perbaikan. Kita harus belajar dan berusaha menjadi pribadi yang positif bagi diri sendiri dan orang lain.........   .... .

Saya akan tetap yakin dan percaya bahwa “Tanah yang gersang pun akan dapat menghasilkan tanaman jika kita terus berusaha memperbaiki struktur tanah tersebut”. Mari kita mulai perbaiki dari diri kita sendiri....

3 komentar:

  1. semoga S.pt mu berguna ya fiq utk banyak umat.
    dan semoga kamu "dipakai" oleh dinasmu.

    BalasHapus
  2. luar biasa. jgn lupa kunjungi blog ku di http://edukasioner.blogspot.com kebetulan saya juga perantau yang mukim di pagaralam. salam kenal.

    BalasHapus