Tanpa terasa sudah dua tahun saya berdomisili di Kota Pagar Alam, waktu terasa cepat berlalu jika melihat ke-belakang. Cukup lama memendam keinginan untuk menuangkan buah pikiran dan sedikit membuka mata tentang potensi pagar alam sesuai bidang keahlian. Melalui “arisan blog” bersama mb lies dan mb ella, saya pun merasakan moment yang tepat neh kayaknya memulai menulis dan berbagi tentang apa yang menurut saya sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai S,Pt (Sarjana Peternakan). Secara, gelar yang tidak dengan mudah saya peroleh dan akan terus ada menghiasi nama pemberian Ortu..
Berada pada ketinggian 400 meter
sampai dengan 3000 meter dpl lebih, kota
pagar alam memiliki gunung dempo sebagai wisata alam andalan yang merupakan
gunung tertinggi ketiga di pulau Sumatera. Didukung kesuburan tanah serta cuaca
yang sejuk, menjadikan kota ini nampak begitu hijau, nyaman, dan memiliki
kondisi udara yang masih sangat segar dan sehat ....
hmmmmm... bisa saya rasakan kok, kalau gak percaya silahkan buktikan sendiri ya
.
Selain potensi wisata alamnya Kota Pagar Alam juga memiliki
potensi peternakan yang cukup menjanjikan. Sangat disayangkan komoditi
ternak sampai dengan saat ini secara umum masih merupakan penghasilan sampingan
masyarakat. Sebagai insan peternakan
tentu saja saya sedih melihat perkembangannya saat ini
. Menurut
saya, dengan dukungan topografi kota Pagar Alam beternak sapi merupakan potensi
besar yang bisa menjadi potensi unggulan di kota ini, baik itu sapi pedaging
atau pun sapi perah.
. Menurut
saya, dengan dukungan topografi kota Pagar Alam beternak sapi merupakan potensi
besar yang bisa menjadi potensi unggulan di kota ini, baik itu sapi pedaging
atau pun sapi perah.
Kenapa Ternak Sapi 
Saya sangat tertarik dengan
ternak sapi, dikarenakan ternak yang satu ini merupakan salah satu ternak yang
bisa kita manfaatkan dengan sepenuhnya. Tidak hanya susu dan dagingnya saja,
bahkan produk buangannya saja (limbah) masih tetap bermanfaat bahkan berpotensi
menghasilkan keuntungan dari segi finansial.
Pemerintah pusat melalui dinas
peternakan provinsi dan daerah juga telah lama menyadari potensi yang sama. Berbagai
macam program pemerintah pusat pun tidak luput menjadi kegiatan pemerintah
daerah dalam usaha peningkatan dan pengembangan ternak di kota Pagar Alam.
Berbagai jenis bantuan ternak tidak sedikit yang telah di berikan kepada
masyarakat. Ada bantuan yang bersifat hibah ada juga yang bersifat bantuan
bergulir.
Seiring barjalannya waktu
hambatan demi hambatan pun muncul. Berikut beberapa aspek menurut pandangan
saya menjadi penghambat perkembangan
ternak sapi yang ada di kota indah ini...
Modal
- Ternak
Dengan harga
ternak sapi yang tidak murah. Tentu masyarakat dengan penghasilan lebih dari
cukup yang mampu memiliki ternak sapi. Mayoritas peternak yang ada adalah buruh
rawat ternak dengan sistem bagi hasil.
- Lahan
Meningkatnya
populasi masyarakat serta semakin tingginya minat masyarakat untuk bertani dan
berkebun memberikan dampak semakin sempitnya lahan gembala untuk ternak sapi.
Dengan begitu bisa dipastikan quantitas dan kualitas Hijauan Makanan Ternak
(HMT) pun akan semakin terbatas.
Sumber daya manusia
Rendahnya
tingkat pengetahuan tentang budidaya ternak yang ada sangat mempengaruhi
rendahnya motivasi serta penyerapan teklonogi tepat guna pengembangan budidaya
ternak sapi. Tidak sedikit peternak yang saya temui memiliki keinginan yang
kuat untuk memperbaiki perekonomian keluarga melalui ternak yang ada. Namun
tidak didukung dengan aksi nyata untuk menambah pengetahuan mereka. Sikap MANJA sebagian masyarakat peternak untuk yang selalu
mengharapkan subsidi/bantuan pemerintah menjadikan perkembangan ternak terkesan
seperti jalan ditempat bahkan ada yang mengalami kegagalan.
Pemasaran
Peningkatan
produksi susu yang merupakan harapan dan tujuan pemeliharan sapi perah ternyata
masih tidak berimbang dengan minat masyarakat secara luas untuk mengkonsumsi produk
susu baik itu susu segar maupun produk olahan seperti permen
susu, yoghurt dan puding. Hal ini berdampak nyata pada penghasilan para
peternak sapi perah, yang dikhawatirkan akan menurunkan semangat dan motivasi dalam beternak sapi perah.
Keamanan
Jelas permasalahan
yang satu ini masih menjadi PR BESAR tidak hanya pemerintah dan pihak berwajib
tetapi juga peran masyarakat sangat menentukan keberhasilan dalam menjaga
keamanan ternak.
Dukungan Pemerintah
Bentuk
dukungan yang telah dilakukan pemerintah masih berkutat pada pemberian dan
pemberian. Dukungan kebijakan serta pembangunan dari sektor hulu sampai hilir di
kota ini masih sangat butuh perhatian.
Harapan demi harapan tentu masih
ada demi kemajuan peternakan sapi di kota Pagar Alam, walaupun ditingkat
kementrian saat ini masih berkutat dengan kasus Suap Kebijakan Impor Daging.
Sedikit sumbangsih pikiran berikut diharapkan menjadi solusi permasalahan yang
terjadi:
~
Pemberian modal ternak yang diberikan juga mesti
di imbangi dengan program pembinaan dan
pengawasan yang berkesinambungan.
~
Sistem
bagi hasil ternak cukup membantu bagi mereka yang tidak mampu membeli
ternak namun memiliki kamampuan untuk beternak.
~
Pemerintah sebaiknya menyediakan lahan
pengembalan dan bibit unggul hijauan serta lahan percontohan pembibitan HMT dengan kualitas unggul.
~
Pelatihan
teknis kepada peternak dalam segala hal tentang ternak (budidaya, kesehatan
hewan, pengolahan limbah, penyusunan ransum, pakan alternatif,
pengolahan produk, pemasaran produk, dll) demi meningkatkat kualitas
peternak kota Pagar Alam.
~
Pemerintah harus lebih perketat jalur lalu lintas ternak dengan serius memaksimalkan
fungsi dari “cek poin ternak” karena
merupakan gerbang awal penerapan sistem
biosecurity wilayah kota Pagar Alam.
~
Pembangunan
kandang percontohan dalam penerapan teknologi tepat guna seperti biogas.
Dengan begitu peternak dapat dengan mudah belajar dan memahami dengan melihat
contoh praktek secara langsung.
~
Tidak hanya pemerintah, masyarakat diharapkan
mampu berperan serta dalam upaya mempromosikan
produk-produk olahan ternak yang telah ada.
~
Perlu adanya petugas fungsional secara khusus
dan profesional bergerak dalam pengawasan
mutu pakan dan pengawasan bibit
ternak.
~
Dari tingkat sosial masyarakat terendah pun ada
baiknya membentuk suatu organisasi kelompok
masyarakat pengawas keamanan ternak yang ada seperti Program POKMASWAS pada
KKP (Kementrian Kelautan Perikanan). gak ada ruginya toh mencontek program demi
kebaikan...
Tak ada gading yang tak retak, begitu pun dengan tulisanku kali
ini.... saya menyadari masih banyak hal yang harus kita perbaiki. Kita harus
tetap optimis bahwa apapun yang terjadi di negara ini merupakan tahapan
pendewasaan menuju perbaikan. Kita harus belajar dan berusaha menjadi pribadi
yang positif bagi diri sendiri dan orang lain.........
....
.
....
.
Saya akan tetap yakin dan percaya bahwa “Tanah yang gersang pun akan dapat
menghasilkan tanaman jika kita terus berusaha memperbaiki struktur tanah
tersebut”. Mari kita mulai perbaiki dari diri kita sendiri....

semoga S.pt mu berguna ya fiq utk banyak umat.
BalasHapusdan semoga kamu "dipakai" oleh dinasmu.
Amieeeen.... :)
BalasHapusluar biasa. jgn lupa kunjungi blog ku di http://edukasioner.blogspot.com kebetulan saya juga perantau yang mukim di pagaralam. salam kenal.
BalasHapus